Kota Bengkulu, 14–15 Januari 2026 — Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas melaksanakan program roadshow pendidikan luar provinsi ke Provinsi Bengkulu. Kegiatan yang dipusatkan di Kota Bengkulu ini menyasar dua sekolah menengah atas, yakni SMAN 5 Kota Bengkulu dan SMAN 6 Kota Bengkulu, serta Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu.
Roadshow ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di SMAN 2 Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Sebagai upaya memperluas jangkauan informasi pendidikan tinggi, Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas kali ini memilih Provinsi Bengkulu sebagai lokasi roadshow luar provinsi.


Pada hari pertama, Selasa (14 Januari 2026), kegiatan difokuskan pada roadshow pendidikan ke SMAN 5 Kota Bengkulu dan SMAN 6 Kota Bengkulu. Dalam sesi pemaparan materi, Kepala Program Studi S1 Ilmu Politik, Dewi Anggraini, S.IP., M.IP, menjelaskan berbagai peluang masuk perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa setiap tahunnya Program Studi S1 Ilmu Politik menerima sekitar ±120 mahasiswa/i melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Seleksi Mandiri Universitas Andalas (SIMA).
Selanjutnya, Billy Febrima Hidayat, S.IP., M.IP memaparkan data peminat dan tingkat keketatan masuk Program Studi S1 Ilmu Politik tahun 2025. Pada jalur SNBP tercatat 197 peminat dengan kuota 30 orang sehingga tingkat keketatan mencapai 6,57. Jalur SNBT diikuti oleh 266 peminat dengan kuota 35 orang dengan tingkat keketatan 7,60. Sementara itu, jalur SIMA Universitas Andalas memiliki 196 peminat dengan kuota 64 orang dan tingkat keketatan 3,06. Ia juga mendorong siswa/i untuk tetap tekun, percaya diri, serta memilih program studi sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
Informasi mengenai skema bantuan pendidikan turut disampaikan oleh Dr. Irawati, MA. Ia mengimbau siswa/i untuk mulai mempersiapkan persyaratan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sejak dini sebagai salah satu bentuk keringanan biaya dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Sekretaris Departemen Ilmu Politik, Mhd. Fajri, MA, menjelaskan bahwa Program Studi S1 Ilmu Politik juga menyediakan jalur fast track. Melalui jalur ini, mahasiswa pada semester enam dapat melanjutkan studi ke Program Magister Ilmu Politik dengan memenuhi persyaratan IPK dan seleksi wawancara. Program tersebut memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan magister dengan biaya tahun pertama yang masih setara dengan UKT S1 Ilmu Politik.
Pada kesempatan yang sama, Andri Rusta, S.IP., M.PP menyampaikan bahwa prospek lulusan Ilmu Politik tidak terbatas pada ranah politik praktis seperti kepala daerah atau anggota DPR. Lulusan Ilmu Politik memiliki peluang karier yang luas, antara lain sebagai aparatur sipil negara, penyelenggara pemilu, diplomat di Kementerian Luar Negeri, profesional di sektor swasta, hingga bekerja di NGO nasional dan internasional.
Selain pemaparan dari dosen, kegiatan di sekolah juga diisi dengan sesi motivasi oleh Pijar Salim, mahasiswa Ilmu Politik asal Kota Bengkulu. Ia membagikan pengalamannya menempuh pendidikan di luar provinsi yang dinilai mampu membentuk kemandirian, tekad, dan daya juang dalam meraih cita-cita.

Pada hari kedua, Rabu (15 Januari 2026), Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas melanjutkan agenda dengan melaksanakan Roadshow Program Magister Ilmu Politik ke Kantor KPU Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Program Magister Ilmu Politik sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan lembaga penyelenggara pemilu, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Secara keseluruhan, rangkaian roadshow pendidikan ini menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta dalam meningkatkan kesiapan serta daya saing menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada pihak sekolah serta pemberian buku karya dosen Departemen Ilmu Politik kepada siswa/i sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap penguatan budaya literasi.




