Lompat ke konten utama

Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas

Perkuat Diskusi Akademik, Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas Hadirkan Prof. Vedi R. Hadiz

Padang, Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas mendapat kunjungan akademisi dan pakar sosiologi politik internasional, Prof. Vedi R. Hadiz dari University of Melbourne, pada 15 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Departemen Ilmu Politik untuk memperkuat ruang dialog akademik mengenai perkembangan politik kontemporer, khususnya dinamika populisme Islam di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Vedi R. Hadiz hadir sebagai narasumber dalam kegiatan podcast Departemen Ilmu Politik yang dilaksanakan di Ruang Podcast Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Departemen Ilmu Politik dalam menghadirkan perspektif akademisi dan ilmuwan politik untuk membahas berbagai isu politik nasional dan internasional yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

Dalam podcast tersebut, Prof. Vedi membahas fenomena populisme Islam di Indonesia serta membandingkannya dengan perkembangan populisme Islam di sejumlah negara muslim lainnya, seperti Turki dan Mesir. Ia menjelaskan bahwa populisme Islam tidak hanya berkaitan dengan persoalan identitas dan simbol keagamaan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial-ekonomi serta ketimpangan dalam struktur politik.

Menurut Prof. Vedi, populisme Islam di Indonesia belum mampu berkembang menjadi kekuatan hegemonik yang menguasai negara maupun mendominasi masyarakat sipil. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah fragmentasi gerakan serta lemahnya basis material dan ekonomi yang dapat menopang gerakan secara mandiri.

Ia juga menyoroti bagaimana narasi keumatan dalam sejumlah momentum politik di Indonesia dapat dimobilisasi dalam konteks pertarungan antarelite. Fenomena tersebut, antara lain, terlihat dalam berbagai dinamika politik menjelang dan selama Pemilu 2014 dan 2019 serta Aksi 212. Dalam konteks tersebut, gerakan populisme Islam dinilai kerap menjadi bagian dari dinamika politik elite dan belum sepenuhnya mampu menghasilkan perubahan struktural bagi kelompok masyarakat yang menjadi basis dukungannya.

Kehadiran Prof. Vedi R. Hadiz di Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperoleh perspektif langsung dari salah satu akademisi yang banyak mengkaji hubungan antara politik, kelas sosial, oligarki, dan populisme dalam konteks Indonesia maupun global.

Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas berharap kegiatan podcast dan kunjungan akademik tersebut dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun tradisi diskusi ilmiah yang kritis, terbuka, dan relevan dengan perkembangan politik nasional maupun internasional. Selain memperkaya wawasan mahasiswa dan sivitas akademika, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring akademik Departemen Ilmu Politik dengan akademisi dan institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Podcast bersama Prof. Vedi R. Hadiz selanjutnya dapat disaksikan melalui kanal resmi youtube Departemen Ilmu Politik Universitas Andalas klik disini dan instagram Podcast Departemen Ilmu Politik @polscicast.andalas.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn